Selasa, 16 April 2013

PERSALINAN

Diposkan oleh Novia Ayu Permatasari Hermawan di 23.25

     1.      Pengertian
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Proses ini di mulai dengan adanya kontrasi persalinan sejati, yang ditandai dengan perubahan serviks secara progresif dan diakhiri dengan kelahiran plasenta.

2.      Sebab-sebab terjadinya persalinan
Sebab – sebab terjadinya persalinan masih merupakan teori yang komplek. Perubahan – perubahan dalam biokimia dan biofisika telah banyak mengungkapkan mulai dari berlangsungnya partus antara lain penurunan kadar hormon progesteron dan estrogen. Progesteron merupakan penenang bagi otot – otot uterus. Menurunnya kadar hormon ini terjadi 1 – 2 minggu sebelum persalinan. Kadar prostaglandin meningkat menimbulkan kontraksi myometrium. Keadaan uterus yang membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot – otot uterus yang mengganggu sirkulasi uterus plasenta sehingga plasenta berdegenerasi. Tekanan pada ganglion servikale dari fleksus frankenhauser di belakang serviks menyebabkan uterus berkontraksi.

3.      Teori-Teori Mengenai Proses Terjadinya Persalinan
Penyebab terjadinya persalinan belum diketahui dengan pasti,sehingga timbul beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan. Menurut manuaba (1998), pengertian persalinan adalahsebagaiberikut.
1.   PENURUNAN KADAR PROGESTERON
Progesteron menimbulkan relaksasi otot otot rahim sebaliknya estrogen meninggikan kerentaan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesterone dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteronmenurun sehingga timbul his
2.   TEORI OXYTOCIN
Pada akhir kehamilan kadar oxitosinbertambah, oleh karena itu timbul kontraksi otot oto rahim
3.   KEREGANGAN OTOT OTOT
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung bila dindingnya teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya.Demikian pula dengan rahim , maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot otot rahim makin rentan.
4.   PENGARUH JANIN
Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anancepalus kehamilan sering lebih lama dari biasa.
5.   TEORI PROSTAGLANDIN
Prostaglandin yang di hasilkan oleh decidua, menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukan bahwa prostaglandin F2 atau E2 yg di berikan secara intravena, inta dan extramnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga di sokong dg adanya kadar prostaglandin yg tinggi baik dalam air ketuban maupun darah parifer pada ibu ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan. 
4.      Tanda-tanda Gejala Persalinan
Tanda-tanda persalinan inpartu adalah sebagai berrikut.
1)       Terjadi his persalinan, dengan karakteristik:
ü  Pinggang terasa sakit yang menjalar kedepan
ü  Sifat sakitnya teratur, interval makin pendek, dan kekuatannya makin besar
ü  Berpengaruh terhadap perubahaan serviks
ü  Dengan beraktivitas kekuan makin bertambah.
2)      Pengeluaran lendir bercampur darah.
3)      Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4)       Hasil pemeriksaan dalam (PD) menunjukan terjadinya perlunakan, pendaratan, dan pembukaan serviks. Karakteristik kontraksi uterus atau his yang perlu diperhatikan adalah: kekuatan kontraksi/intensitas, frekuensi, dan durasi. Tiap kontraksi uterus tediri atas tiga fase sebagai berikut.
ü  Incement, yaitu ketikabintensitas atau kekuatan kontraksi terbentuk.
ü  Aceme, yaitu puncak maksimum dari kontraksi.
ü  Decrement, yaitu ketika otot uterus mulai kontraksi.
5.      Sebab-sebab Mulainya Persalinan
Beberapa teori yang dikemukakan ialah:
a.      Penurunan Kadar Progesteron
Proses penurunan fungsi plasenta terjadi mulai usia kehamilan 28 minggu, dimana terjadinya penimbunan jaringan ikat sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. Produksi progesteron menurun sehingga otot rahim menjadi sensitif terhadap oksitosin.
b.      Teori Oxytocin
Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise posterior. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim sehingga terjadi his
c.       Keregangan Otot- Otot
Otot rahim mempunyai kemampuan untuk merenggang dalam batas tertentu, setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai.
d.      Pengaruh Janin
Kehamilan dengan Aensephalus sering terjadi keterlambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus (Teori ini dikemukakan oleh Linggin 1973). Dari berbagai percobaan maka dapat disimpulkan ada hubungan antara hipotalamus-pituitari dengan mulainya persalinan.
e.       Teori Prostaglandin
Prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu. Prostaglandin dihasilkan oleh desidua, dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi di keluarkan. Pemberian oksitosin pada kehamilan dapat menimbulkan his.
6.      Tahap-tahap Persalinan
Sementara itu, proses persalinan berjalan secara bertahap melalui tahapan-tahapan tertentu yang bisa dikenali tanda-tanda atau ciri-cirinya. Secara garis besarnya, tahapan itu dibedakan menjadi 4 tahapan kala persalinan yakni : kala I, kala II, kala III dan kala IV.
1)       KALA 1 ATAU KALA PEMBUKAAN
Dimulai dari his persalinan yg pertama sampai  pembukaan cervik menjadi lengkap. Berdasarkan kemajuan pembukaan maka kala 1 dibagi menjadi:
ü  Fase laten yaitu fase pembukaan yang sangat lambat ialah dari 0 sampai 3 cm yang membutuhkan waktu 8 jam
ü  Fase aktif yaitu face pembukaan yg lebih cepat yg terbagi lagi menjadi
·         Fase accelarasi ( fase percepatan ) dari pembukaan 3 cm sampai 4 cm yg di capai dalam waktu 2 jam
·         Fase Dilatasi maksimal , dari pembukaan  4 cm sampai 9 cm yg di capai dalam waktu 2 jam
·         Fase Decelerasi ( kurangnya kecepatan ) dari pembukaan9 cm sampai 10 cm     selama 2 jam 
2)       KALA II ATAU KALA PENGELUARAN
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi.
3)       KALA III ATAU KALA URI
Dimulai dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya placenta.
4)       KALA IV
Masa observasi yaitu masa 1-2 jam setelah placenta lahir. Dalam klinik, atas pertimbangan pertimbangan praktis masih diakui adanya kala IV persalinan meskipun masa setelah plasenta lahir adalah masa di mulainya masa nifas ( puerperium ) mengingat pada masa ini sering timbul perdarahan.

Sumber:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Health and Beauty Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea